Krisis InterMilan di Serie A

Inter Milan
Olahraga

http://www.louisvuittonoutlet–2012.org – Ini adalah berita tahun lalu. Inter Milan belum menunjukkan tanda-tanda positif dalam memperbaiki hasil pertandingan musim ini. I Nerrazurri tak bisa menunjukkan konsistensi sehingga kembali mendapatkan hasil minor saat dijamu Sampdoria pada pekan ke-11 Liga Italia seri A di Luigi Ferraris, Senin (31/10/2016) dini hari WIB. Apa yang salah dengan Inter Milan? Sejatinya, Inter Milan membawa harapan anyar ketika eks pelatih Ajax Amsterdam, Frank De Boer masuk untuk gantikan Roberto Mancini. De Boer, yang sukses bersama Barcelona dan Ajax semasa menjadi pemain, dinilai menjadi sosok yang pas untuk kembalikan kejayaan Inter Milan yang hilang dalam beberapa musim terakhir.

Inter Milan
Inter Milan

Sayang, harapan itu belum juga terwujud. Setidaknya hingga pekan ke-11, bayang-bayang Inter Milan tidak lolos ke zona Eropa musim depan mulai terlihat. Bahkan nasib De Boer musim ini pun di ujung tanduk jika Inter Milan terus-terusan seperti ini.

Hingga pekan ke-11, Inter Milan sudah menelan 5 kali kekalahan, 2 imbang dan 4 kali menang. Periode negatif Inter Milan sudah terlihat sejak laga pertama seri A.

Dijamu Chievo Verona, Inter Milan takluk dengan skor 0-2. Pekan ke-2, Inter lagi-lagi gagal meraih poin penuh saat diimbangi Palermo 1-1.

Setelah itu, Inter Milan seakan menemukan titik balik kala menang dua kali dengan skor sama 2-1 melawan Pescara dan Juventus. Tren ini diteruskan saat melawan Empoli.

Setelah itu, Inter Milan gagal menang di empat laga sebelum akhirnya kalahkan Torino 2-1 pada 26 Oktober lalu. Sayang, tren itu tak berlanjut karena Inter Milan kembali menelan kekalahan lawan Sampdoria dini hari tadi.

“Ini hanya masalah mental saja. Kami punya banyak pemain bagus, tapi kami tak bisa berbuat banyak. Kami punya masalah mental buruk seperti yang terlihat di babak pertama,” kata De Boer seperti dikutip Football Italia.

Rekrutan Baru Belum Maksimal

Dilihat dari susunan pemain Inter Milan, De Boer memang tak sepantasnya mengeluh. Setidaknya, empat pemain bintang sukses diboyong Inter Milan musim ini.

Mereka adalah Gabriel Sabrosa dari Santos yang diboyong 40 juta euro, Antonio Candreva (Lazio/22 juta euro), Ever Banega (Sevilla/Gratis) dan Joao Mario (Sporting/ 22 juta euro).

Belum lagi pemain-pemain pinjaman yang dipulangkan seperti Samuel Longo, C Biraghi, M Brozovic, Dodo, Andrea Ranocchia dan D Laxalt. Inter memiliki skuat lengkap di semua lini.

“Saya sudah bicarakan soal ini sebelum laga. Saya tak tahu mengapa kami tampil tanpa karakter. Saya sangat marah di jeda babak pertama,” kata pelatih asal Belanda itu.

Saat lawan Sampdoria, Inter Milan sama sekali tak memainkan pemain termahalnya, Gabriel Barbosa atau Gabigol. Padahal, dia digadang-gadang bisa membantu Inter Milan.

Namun, De Boer sama sekali tak mencantumkan nama Gabigol di daftar susunan pemain. Ada apa? “Dia pemain bagus dan waktunya buat dia bakal tiba. Tapi buat saya, dia saat ini belum siap untuk bermain,” katanya.

De Boer Dipecat?

Melihat penampilan Inter Milan yang buruk baik di seri A atau Liga Europa, tak aneh jika media mulai mengait-ngaitkan pemecatan dengan De Boer.

Sebagai perbandingan musim lalu, Inter Milan berada di puncak klasemen cukup lama berkat 5 kemenangan beruntun di lima pekan awal seri A. Sayang, inkonsistensi membuat Inter Milan gagal pertahankan Capolista hingga akhirnya Juventus jadi juara.

Di 11 pekan musim lalu, Inter Milan mengoleksi 24 poin. Sedangkan sekarang hanya 14 poin saja atau berbeda 10 poin. Apakah De Boer benar-benar dipecat jika kalah lagi?

“Anda harus tanyakan klub soal itu, soalnya saya hanya lakukan pekerjaan dan itulah yang bisa saya kerjakan sekarang,” katanya.